RINGKASAN 7 LANGKAH
Siklus Penjualan Sales Percetakan
Proses penjualan yang terstruktur meningkatkan peluang closing dan membangun hubungan jangka panjang. Ke-7 langkah ini membentuk siklus berputar — setelah evaluasi, kembali ke target dan prospek baru.
Target
Tetapkan target SMART: spesifik, terukur, realistis, relevan, ada deadline. Misal: 15 pelanggan baru/bulan, atau omset Rp 100 juta/bulan.
Prospek
Susun daftar calon pelanggan. Fokus B2B: pabrik, RS, hotel, sekolah, kantor. Min. 20-30 nama/minggu.
Janji Temu
Hubungi prospek via telepon/WA. Tujuan bukan menjual — tapi mendapatkan waktu bicara 10-15 menit.
Penawaran
Kirim penawaran lengkap: produk, spek, finishing, 2-3 pilihan qty, waktu kirim, masa berlaku, syarat bayar.
Tindak Lanjut
Follow-up di waktu tepat. Jangan terlalu sering, jangan terlalu jarang. Punya alasan untuk setiap follow-up.
Monitoring
Pantau order masuk ke produksi, cek progress, informasikan pelanggan, follow-up kepuasan setelah barang diterima.
Evaluasi
Review mingguan & bulanan. Bandingkan realisasi vs target. Identifikasi hambatan berulang. Investasi pengembangan diri.
LANGKAH 1 — TARGET
Target bisa berupa jumlah pelanggan ATAU pencapaian pendapatan
Contoh target berbasis pelanggan: "15 pelanggan baru per bulan untuk nota NCR dan kop surat."
Contoh target berbasis omset: "Mendapatkan omset Rp 100 juta/bulan" — breakdown: 50 order × rata-rata Rp 2 juta, atau 20 order × Rp 5 juta. Dari breakdown ini, hitung mundur berapa prospek harus dihubungi.
Formula konversi: Jika rasio closing 20%, maka untuk 50 order butuh 250 penawaran, butuh 500+ prospek dihubungi per bulan (~25/hari kerja).
Tuliskan target di kertas dan tempel di tempat yang sering dilihat. Target yang hanya ada di kepala mudah dilupakan saat tekanan meningkat.
LANGKAH 2 — PROSPEK
Segmen Prioritas
- Pabrik & Industri — nota NCR, surat jalan, PO, form kerja, label, kop surat
- Rumah Sakit & Klinik — form resep NCR, kartu pasien, nota, memo, kop surat
- Hotel & Hospitality — nota tamu, form layanan, kop surat, stiker
- Sekolah & Pendidikan — kop surat, nota SPP, form admin, manual panduan
- Kantor & Perusahaan Jasa — kop surat, amplop, nota, memo, stiker aset, SOP
Cara Buat Daftar Prospek
Google Maps: Ketik "pabrik [kota]", "rumah sakit [kota]" → catat nama, nomor, alamat.
LinkedIn: Cari purchasing manager / admin officer di perusahaan target.
Referral: Minta pelanggan lama rekomendasikan rekan bisnis — prospek paling hangat.
Kunjungan area: Prospecting fisik 1 kawasan industri per minggu.
LANGKAH 3 — JANJI TEMU
Prinsip Utama
Tujuan kontak pertama bukan menjual — tapi mendapat waktu bicara. Tawarkan 2 pilihan waktu, bukan pertanyaan terbuka. Bawa sample fisik saat pertemuan. Konfirmasi 1 hari sebelum janji.
LANGKAH 4 — PENAWARAN
Komponen Wajib
Nama produk, spesifikasi bahan, finishing, 2-3 pilihan qty + harga, waktu kirim, masa berlaku (14 hari), syarat pembayaran (DP 50%), catatan tambahan. Kirim via WA dalam format PDF.
LANGKAH 5 — TINDAK LANJUT
Timing Follow-up
Hari ke-2 setelah kirim penawaran: tanyakan apakah sudah dibaca. Hari ke-5: tawarkan revisi. Hari ke-10: beri batas waktu. Hari ke-14: ingatkan masa berlaku. Setiap follow-up harus punya alasan — jangan hanya "bagaimana Pak?"
LANGKAH 6 — MONITORING
Setelah Closing
Konfirmasi PO ke produksi, cek status di pertengahan proses, informasikan jika ada potensi telat sebelum deadline, konfirmasi pengiriman, follow-up kepuasan setelah barang diterima.
LANGKAH 7 — EVALUASI
Evaluasi Rutin
Mingguan (mandiri): Berapa prospek dihubungi? Penawaran terkirim? Closing? Alasan penolakan terbanyak?
Bulanan (dengan atasan): Realisasi vs target. Produk paling laku. Segmen paling responsif.
📚 Rekomendasi Bacaan
"Erta Apa, Siapa, & Bagaimana" — Hermawan Kartajaya (marketing & sales ala Indonesia, terjemahan & buku asli tersedia luas)
"How to Win Friends and Influence People" — Dale Carnegie (fondasi hubungan pelanggan, terjemahan: "Bagaimana Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain")
"SPIN Selling" — Neil Rackham (teknik penjualan B2B, tersedia terjemahan)
"The Little Red Book of Selling" — Jeffrey Gitomer (praktis & langsung ke poin)
"Marketing 4.0" — Philip Kotler & Hermawan Kartajaya (pemasaran era digital)