Afdruk

Proses mengekspos screen sablon dengan cahaya UV menggunakan film/klise — membentuk pola desain pada screen. Istilah Indonesia yang sudah baku di industri sablon.

Afkiran

Lembar kertas yang terbuang selama proses setup mesin cetak (50–150 lembar wajar per job). Biaya afkiran sudah dihitung dalam harga cetak — bukan kelalaian.

Art Paper / Art Carton

Kertas berlapis (coated) dengan permukaan halus dan mengkilap. Art paper untuk lembar tipis (80–150 gr), art carton untuk karton tebal (190–400 gr). Dipakai untuk brosur, cover, kartu nama — bukan produk utama Gestetner 211 karena batas 120 gr.

Bleed

Area cetak yang melampaui garis potong final — minimal 3 mm. Fungsi: agar saat dipotong tidak ada garis putih di tepi. Wajib pada desain dengan latar warna atau gambar yang menyentuh tepi kertas.

Blanket

Lapisan karet pada silinder mesin offset yang memindahkan tinta dari plate ke kertas. Merupakan komponen yang aus dan perlu diganti secara berkala. Kondisi blanket sangat mempengaruhi kualitas cetak.

Bleeding Tinta

Kondisi tinta menyebar keluar dari batas desain yang seharusnya — menghasilkan tepi yang blobor/tidak tajam. Bisa disebabkan tinta terlalu encer, tekanan cetak berlebih, atau kertas terlalu menyerap.

CB / CFB / CF

Tiga jenis lembar kertas NCR: CB (atas, dilapisi di belakang), CFB (tengah, dilapisi depan dan belakang), CF (bawah, dilapisi di depan). Urutan ini tidak boleh terbalik agar transfer tulisan berfungsi.

CMYK

Model warna cetak yang menggunakan 4 warna dasar: Cyan, Magenta, Yellow, dan Black (Key). Semua warna dalam percetakan offset dihasilkan dari kombinasi keempat warna ini. Berbeda dengan RGB yang digunakan layar.

CTP

Teknologi pembuatan plate cetak langsung dari file digital tanpa melalui film terlebih dahulu. Lebih akurat dan efisien dari metode konvensional. Hexagraphia menggunakan CTP format F4 (ukuran toko).

Color Separation (Separasi Warna)

Proses memisahkan desain berwarna menjadi komponen-komponen warna terpisah (C, M, Y, K untuk offset; atau warna per warna untuk sablon). Setiap separasi menghasilkan plate/screen tersendiri.

Doff

Finishing laminasi dengan hasil permukaan tidak mengkilap (matte). Memberikan kesan elegan dan premium, tidak meninggalkan sidik jari, warna terlihat lebih lembut. Lawan dari laminasi glossy.

DPI

Satuan resolusi cetak — jumlah titik tinta per inci. Standar cetak offset: minimal 300 DPI. Di bawah 200 DPI, gambar akan tampak buram/pecah saat dicetak. Gambar internet biasanya 72–96 DPI (tidak cukup untuk cetak).

Duplikat / Rangkap 2

Nota atau formulir yang terdiri dari 2 lembar NCR (CB + CF). Menghasilkan 1 salinan. Standar untuk bon penjualan sederhana dan kwitansi.

Emulsi

Cairan peka cahaya yang dioleskan ke screen sablon. Saat terkena cahaya UV, mengeras dan tidak tembus tinta. Bagian yang terlindungi desain tetap lunak dan bisa dicuci — membentuk area terbuka untuk tinta.

Film / Klise

Lembaran transparan berisi desain cetak dalam format hitam-putih. Digunakan untuk proses afdruk screen sablon atau (di era lama) untuk expose plate offset. Sekarang banyak digantikan CTP untuk offset.

Finishing

Semua proses yang dilakukan setelah cetak: potong, laminasi, perforasi, penomoran, jilid, lipat, dll. Finishing menentukan tampilan dan fungsi akhir produk cetak.

Grain Direction (Arah Serat)

Arah mayoritas serat kertas dalam lembaran. Melipat kertas searah serat menghasilkan lipatan bersih; berlawanan serat menghasilkan lipatan retak dan kasar. Penting untuk produk jilid dan brosur lipat.

Gripper (Penjepit Kertas)

Area tipis di tepi kertas yang dijepit oleh mesin cetak untuk menarik kertas masuk. Area ini tidak bisa dicetak — biasanya 10–15 mm. Inilah salah satu alasan area cetak lebih kecil dari ukuran kertas maksimum.

Halftone

Teknik mereproduksi gradasi warna menggunakan pola titik-titik dengan ukuran berbeda. Semakin besar titik, semakin gelap warnanya. Semua cetak offset (dan sablon raster) menggunakan halftone — inilah yang terlihat jika gambar cetak diperbesar.

HVS

Kertas putih tidak berlapis (uncoated) yang paling umum digunakan. HVS singkatan dari "Houtvrij Schrijfpapier" (Belanda: kertas tulis bebas kayu). Gramatur umum: 60, 70, 80, 100 gr. Standar untuk kop surat, memo, HVS copy, formulir.

Impo / Imposisi

Proses menyusun beberapa halaman atau item dalam satu lembar plate cetak agar paling efisien. Semakin banyak item per plate, semakin rendah biaya per-satuan. Keahlian impo yang baik adalah keunggulan kompetitif percetakan.

Kasa / Screen / Mesh

Kain berpori yang direntangkan di frame aluminum untuk sablon. Angka mesh menunjukkan jumlah benang per inci — semakin tinggi angkanya, semakin halus porinya. Mesh rendah (32–80T) untuk tinta tebal, mesh tinggi (100–165T) untuk detail halus.

Laminasi

Proses melapisi permukaan cetak dengan film plastik tipis. Tujuan: melindungi dari air dan goresan, memperindah tampilan. Ada 2 jenis utama: glossy (mengkilap) dan doff/matte (tidak mengkilap).

Misregister (Salah Register)

Kondisi dimana dua atau lebih warna (atau sisi cetak) tidak tepat posisinya satu terhadap lain — menghasilkan bayangan, warna "double", atau kontur yang tidak presisi. Sering terjadi pada cetak multi-warna atau bolak-balik.

NCR

Kertas rangkap (duplikat/triplikat) yang mentransfer tulisan ke lembar di bawahnya melalui reaksi kimia mikrokapsul — tanpa membutuhkan kertas karbon terpisah. Produk andalan Hexagraphia untuk nota, surat jalan, dan formulir.

Numbering (Penomoran)

Proses mencetak nomor seri secara berurutan pada setiap lembar/set nota. Menggunakan kepala numbering mekanis atau modul digital. Penting untuk dokumen yang perlu audit trail seperti nota penjualan dan kwitansi.

Offset Printing (Cetak Offset)

Teknik cetak di mana tinta dipindahkan dari plate ke blanket karet, lalu ke kertas. "Offset" = tidak langsung. Menghasilkan kualitas tinggi dengan biaya per lembar rendah pada volume besar. Teknologi utama Hexagraphia.

Outline / Curves (Convert ke Kurva)

Proses mengubah teks menjadi objek vektor (kurva) sehingga tidak bergantung pada font yang terinstal. Mencegah masalah missing font. Dilakukan di Illustrator (Type > Create Outlines) atau CorelDRAW (Convert to Curves).

Pantone / Spot Color

Sistem warna standar industri di mana setiap warna memiliki kode numerik unik dan tinta premix tersendiri. Memberikan konsistensi warna yang tidak bisa dicapai CMYK. Contoh: Pantone 485 = merah tertentu. Untuk mesin 1 warna, spot color = 1 tinta per pass.

Perforasi

Deretan lubang kecil memanjang yang dibuat untuk memudahkan sobekan kertas yang rapi dan lurus. Wajib pada nota, tiket, dan formulir dengan bagian yang perlu dipisah. Posisi perforasi harus tercantum dalam spesifikasi order.

Plate (Acuan Cetak)

Lembaran aluminum tipis yang mengandung gambar cetak — dipasang di silinder mesin offset. Bagian bergambar menarik tinta, bagian kosong menolak tinta (prinsip air dan minyak tidak bercampur). Dibuat via CTP. Biaya plate = biaya setup awal per job.

Proof Cetak

Cetakan percobaan yang diperiksa dan disetujui sebelum cetak massal. Setelah proof disetujui (tanda tangan atau konfirmasi tertulis), segala perubahan menjadi tanggung jawab pelanggan.

Rakel

Alat karet penarik tinta pada proses sablon. Ditarik di atas screen untuk mendorong tinta menembus pori screen ke benda yang disablon. Kekerasan dan sudut rakel mempengaruhi ketebalan lapisan tinta.

Register (Registrasi)

Ketepatan posisi cetak — memastikan setiap warna atau sisi cetak jatuh di posisi yang benar. Register yang baik menghasilkan tepi tajam dan warna yang tepat. Register buruk menghasilkan misregister.

RGB

Model warna untuk layar (monitor, HP, TV) — menggunakan cahaya merah, hijau, biru. Tidak bisa langsung dicetak offset. File RGB harus dikonversi ke CMYK sebelum cetak, dan perubahan warna sering terjadi — terutama pada warna cerah dan neon.

Sablon

Teknik cetak menggunakan kasa/screen yang dilapisi emulsi sebagai cetakan. Tinta didorong melalui pori screen ke permukaan benda. Cocok untuk permukaan non-datar, bahan beragam, dan warna solid tebal. Divisi terpisah di Hexagraphia.

Triplikat / Rangkap 3

Nota atau formulir yang terdiri dari 3 lembar NCR (CB + CFB + CF). Menghasilkan 2 salinan. Umum untuk surat jalan, purchase order, dan dokumen yang membutuhkan arsip di lebih dari satu pihak.

Trimming (Potong Akhir)

Pemotongan hasil cetak ke ukuran final menggunakan mesin guillotine. Dilakukan setelah cetak dan sebelum finishing lain. Bleed (3 mm) dibuang di tahap ini. Toleransi potong mesin umumnya ±0,5 mm.

Vektor

Jenis file grafis yang menggunakan persamaan matematika (bukan pixel) untuk mendefinisikan bentuk. Bisa diperbesar tanpa batas tanpa kehilangan kualitas. Format: AI, EPS, SVG, CDR. Logo dan teks yang di-outline adalah vektor — ideal untuk cetak.

Vinyl

Bahan stiker berbasis plastik PVC yang tahan air dan cuaca. Ada vinyl putih, transparan, dan chrome. Diproses dengan sablon (untuk warna solid) atau digital printing (untuk full color). Tidak bisa masuk mesin offset Gestetner.